BAB
I
PENDAHULUAN
Dalam
karya ilmiah ini penulis membahas tentang bagaimana kesatuan dan keilahian dan kemanusiaan
Yesus. Tetapi pada makalah
ini tidak semua penulis membahas tentang kepribadian Yesus , hanya saja pada bagian tertentu yaitu sifat Allah yang
mahahadir leilahian dan lemanusiaan Yesus.
Pada
bagain ini penulis menguraikan latar belakang masalah, rumusan penulisan dan
tujuan penulisam dari makalah ini.
A. Latar Belakang Masalah
Kristologi sebenarnya
tercakup didalam Soteorologi (The Doctrine if Salvation); sebab keilahian, kemanusiaan dan pekerjaanNya
mempunyai hubungan erat dengan karya keselamatanNya, namun ruang lingkup
Soteorologi sanga besar, yakni mencakup doktrin manusia, doktrin tentang dosa,
pekerjaan penebusan Kristus dan pekerjaan Roh Kudus, sehingga sebaliknya kita mendiskusikan atau mempelajari
secara terpisah saja.[1]
Jika Kristus bukan Allah
maka Ia pasti mempunyai dosa, kalau Ia berdosa mustahillah dapat mengenapi
pekerjaan dan penebusan. jika Kristus bukan Allah, maka Ia hanya seorang yag
Kudus dan nilai penyembahan kita padaNya pun amat rendah. Oleh sebab itu kita
harus menganal dengan jelas Kristus adalah Allah sebagai prasyarat, sehingga
hal-hal lain tentang DiriNya dapat dengan mudah teratasi. Kemanusia juga di
sebabkan karena Ia harus menanggung manusia, mananggung dosa dan beban manusia, juga menggantikan manusia untuk
mati, maka Ia mejadi suatu teladan hidup bagi manusia, Ia tidak dapat dengan
sempurna menyatakan Allah kepada manusia dan manusai pun tidak berdaya untuk mengenal
sifat dan kehendak Allah. Di samping itu pula dalam hal penebusan dapat
digenapi dengan sempurna.[2]
B. Rumusan
Masalah
Dari bagian ini, penulis menguraikan
beberapa rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Bagaimana
kesatuan keilahian dan kemanusiaa Yesus?
2.
Apa
saja keilahian dan kemanusiaan Yesus?
3.
Bagaimana
pribadi Kristus berkarya dalam hidup kita?
C. Tujuan
Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini
adalah:
1.
Mengetahui
kesatuan keilahian dan kemanusiaan Yesus
2.
Memahami
keilahian dan kemanusiaan Yesus
3.
Mengetahui
karya Yesus Kristus dalam hidup manusia.
BAB II
KESATUAN KEILAHIAN DAN
KEMANUSIAAN KRISTUS
Konsep ini, tentang
hipostatis atau kesataun pribadi tunggal dari sifat-sifat ilahi serta manusia dalam satu pribadi, mungkin sekali merupakan
salah satu konsep yang paling sulit untuk dipahami dalam teologi. Tak
seorangpun dari kita pernah melihat Keallahan kecuali Allah sebagai mana
diungkapkan dalam Kitab suci, dan tak seorangpun dari kita yang pernah melihat
kemanusiaan yang sempurna kecuali sebagaimana Adam sebelum kejatuhan dalam dosa dan Tuhan kita yang diungkapkan dalam kitab suci. Usaha
untuk menghubungkan kedua konsep ini kepada pribadi Kristus menambah
kemajemukan kepada gagasan-gagasan yang memang sulit dipahami.[3]
Berdasarkan sifat kesatuan
keilahian dan kemanusia Kristus Kredo Chalcedon mengatakan bahwa kedua sifat
tersebut disatukan tanpa campuran, tanapa perubahan, tanpa perpecahan dan tanpa
perpisahan. [4]
A. Kesatuan
Keilahian dan Kemanusiaan Yesus
Usaha untuk menhubungkan kedua konsep
ini kepada pribadi Kristus menambah kemajemukan pada gagasan-gagasan yang
memang sulit dipahami.[5]
1.
Makna
hakekat
Jika hakekat dimengerti sebagai suatu
kesatuan zat, maka hakekat dan zat akan sama, dan Kristus yang berinkarnasi
akan terdiri dari dua macam zat dan intinya akan menjadi dua Pribadi.
Kemajemukan yang menyeluruh dari sebutan-sebutan ilahi dan memiliki seluruh
kemajemukan yang hakiki bagi seorang manusia yang sempurna.
Di dalam sejarah ajaran Kristen pemakain
kata hakekat “nature” banyak ragamnya, tetapi kata ini sekarang pada umumya
dipakai untuk menunjuk unsur-unsur keilahian dan kemanusiaan dalam pribadi
Kristus. Dalam Theologia kata substanse (zat)
dari kata Latin Substania juga
dipakai untuk mendefenisikan wujud yang sebenarnya, yaitu sifat-sifat di dalam
yang menjadi dasar manifestasi keluar. Apabila istilah-istilah ini dipakai
unutk menunjuk pribadi Kristus maka Nature
sifat tampak merupakan jumlah dari semua antribut hubungannya satu dengan
yang lain.[6]
2.
Sifat
KesatuanNya
Dari kedua sifat tersebut terdiri dari
kesatuan tanpa campuran, tanpa perubahan, tanpa perpecahan, dan tanpa
perpisahan menurut Credo Chalcedon. Hal ini berarti bahwa seluruh kemajemukan
dari sebutan-sebutan Keallahan dan sebutan-sebutan kemanusiaan yang sempurna
didalam Yesus Kristus dan sepanjang masa sejak InkarnasiNya. Di situ tak ada
campuran anrata sebutan-sebutan ilahi dan manusia, tak ada perubahan dalam
kemajemukan, dan tak ada perpisahan diantara mereka sehingga mereka di sebut
dua pibadi.
3.
Persamaan
sebutan-sebutannya
Hal ini hanya berarti bahwa seluruh sebutan-sebutan
kedua sifat tersebut milik satu pribadi tanpa percampuradukan sifat-sifat
pemecahan ribadi tersebut. Boleh dikatakn hal ini adala dasar bagi Kristus
unutk terlihat lemah, namun mahakuasa tak tahu apa-apa, namaun mahatahu
terbatas namun mahabesar
4.
Kesadaran
diri sendiri pada Kristus
Pernyataan lainnya ialah apakah Kristus
di dalam kesadaran diriNya sendiri setiap saat menyadari Keallahan dan
kemanusiaanNya. Jawabnya ialah bahwa pribadi tersebtu selali sadar akan
KeallahanNya di dalam diriNya dan bahwa pribadi itu tumbuh di dalam kesadaran
akan kemanusiaanNya
B. Keilahian Kristus
Keilahian
Kristus kita bisa lihat dari pernytaan
berikut:
1.
Ia memiliki nama dan
gelar Ilahi
a.
Anak Allah
Bila Alkitab mengatakan
bahwa Yesus adalah anak Allah, itu tidak berarti bahwa Dia lebih rendah dari
Allah. Sebaliknya segala karakteristik yang membuat Dia menjadi Allah, hadir
dalam diri Yesus. Dia juga Allah. Dalam Yesus kita memiliki perpaduan yang
sempurna Antara keallahan dan kemanusiaan, eksistensi bersama dalam satu
Pribadi tanpa dicampur.[7]
Tuhan kita mempergunakan
gelar bagi diriNya (Yoh 10:36), dan Ia mengakui kebenaranNya ketika dipergunaka
oleh orang lain untuk meunjujk kepadaNya(Mat 26:63-64), meskipun Frase “anak
dari” dapat berarti “keturunan dari”, hal ini
juga mengandung arti “dari kaum”. Petunjuk Anak Allah ap bila
dipergunakan untuk Tuhan kita, berarti dari kaum Allah dan merupakan suatu
llaim yang kuat dan jelasuntuk keallahan yang penuh.[8]
b.
Tuhan dan Alah
Yesus bukan hanya sebagai
Tuhan, terleboh lagi Tuhan atas segala yang dipertankan. Menyebut sebagai Tuhan
yakni mengakui keilahianNya yaitu Dia adalah Allah. Dalam PL kata “Lord” =
“Elohim”, dalam Bahasa Mandarin diterjemahkan Yehowah, dalam PB diterjemahkan
Tuhan yjani menujukkan Yesus.[9]
Gelar dalam bahasa Yunani yaitu Kyrios yang artinya orang yang berkuasa atas sesuatu atau
seseorang, berdasarkan haknya dan yang sah; orang yang mempunyai kuasa penuh
atas milikny sendiri. Kata itulah yang dipakai dalam PB sebagai gelar untuk
Yesus Kristus.[10]
2.
Ia
memiliki sifat-sifat Allah
a.
Kekekalan,
Ia mengaku sudah ada sejak kekal (Yoh 8:58; 17:5). Pra-Eksistansi menunjukkan
sebelum alam semesta dan manusia ada, Ia sudah berada. Ini menunjukkan bahwa Ia
berada di atas segala sesuatu, Ia tidak dibatasi oleh materi, dan segala
seseuatu adalah berasal dari padaNya
b.
Mahahadir,
Ia mengaku hadir di mana-mana (Mat 18:20; 28:20)
c.
Mahatahu,
Ia memperlihatkan pengetahuan tentang hal-hal yang hanya dapat diketahui jika I
amahatahu (Mat. 16:21; Luk 6:8; 11:7; Yoh 4:29).
d.
Mahakuasa,
Ia memperagakan dan menyatakan kekuasaaa satu Pribadi yang mahakuasa (Mat
28:20; Mar 5:11-15Yoh 11:38-44)
3.
Ia
melakukan hal-hal yang hanya dilakukan oleh Allah sendiri
a.
Pengampunan,
Ia mengampuni dosa selama-lamanya. Manusia mungkin dapat melakukannya untuk
sementara, namun Kristus memberikan pengampunan yang kekal (Mar 2:1-12).
Manusia berdosa karena bersalah kepada Allah. Maka dari itu hanya Tuhan yan
berkuasa mengampuni dosa manusia dan pengampunan dosa berdasarkan kemurahan,
belas kasihan serta anugerah dari Tuhan.
b.
Kebangkitan,
Ia membangkitkan orang mati (Yoh 11:43). Ia memakai kuasa besarNya dan kuasa
Roh Kudus, unutk membangkitkan orang percaya. Pernyataan dengan membangkitkan
orang membuktikan bahwa Ia adalah Tuhan atas hidup, Tuhan yang hidup adalah
Allah.
c.
Penghakiman,
Ia akan menghakimi semua orang (Yoh 5:22,27). Kristus berada dalam posisi
manusia mati di atas kayu salib, oleh sebab itu Ia menggantikan manusia
menerima penghakiman dari keadilan Allah, sehingga Ia berhak untuk duduk di
atas takhta penghakiman Allah untuk menghakimi manusia.
d.
Ia
adalah pencipta (Yoh 1:3), dalam karya penciptaanNya ada pekerjaan khuhsus
Kristus secara pribadi. Ini pun mewahyukan kehendak dan kuasaNya. Menunjukkan
otoritasNya penciptaanNya dan tugasNya yang kudus Ibr 1:10, Kristus adalah
pencipta dari segala sesuatu dan segala yang ada, maka Ia mencakup di langit,
bumi, yang terlihat, tidak terlihat, yang berkedudukan, yang memerintah,
pemerintah penguasa. Jadi, Krisrus melampuai segala sesuatu.
4.
Nama
Yesus setara dengan Allah Bapa
Nama Allah Bapa
dan Nama Anak adalah setara, menyatakan suatu kedudukan, kuasa dan sifat yang
sama. Berkat diberikan oleh yang berstatus tinggi kepada yang berstatus rendah.
Ibr 7:7, juga demi yang maha tinggi itu yang memberikan berkat. Ini menyatakan
memohon berkat hanya kepada yang maha tinggi.
C. Kemanusiaan
Kristus
Ada beberapa pemahaman yang berbeda tentang kamanusiaan Yesus Kristus adalah Arianisme 352 AD “sifat
keilahian Kristus tidak sempurna, melainkan hanya merupakan perpaduan antara firman dan manusia saja, sehingga
menjadikan Kristus setengah manusia dan setengah Allah, Ia adalah yang terhormat dan termulia tetapi bukan Allah.
Melainkan kepala dari segala penciptaan saja” pemahaman yang ke-dua
adalah yang dianut oleh Eutychianisme 451 AD “ menyangkal ke-dua
sifat ilahi dan manusiawi Kristus itu adalah
terpisah melainkan ke-dua
sifat itu tergabung menjadi sifat ke tiga, sifat ilahi yang lebih unggul dan
sifat manusiawi terjadi di dalam sifat ilahiNya.[11]
1.
Ia
memiliki ayah dan ibu
Yesus dilahirkan dari seorang perempuan,
maka ia mempunyai sifat manusia. Sebab Ia sebagai Anak Allah harus dilahirkan
dari manusia, dengan demikian Ia menjadi keturunan dari perempuan. Keturunan
Ibrahim, keturunan Daud, sehingga Yesus sebagai manusia sejati merupakan
pernyataan yang tidak dapat dibantah, disangkan ataupun diperdebatkan.
2.
Ia
menyatakan diriNya dalam rupa manusia
Dengan mengambil rupa manusia, Ia
menyatakan diriNya kepada manusia. Ini
semata-mata adalah karena kerendahan DiriNya. Ia telah mengambil rupa seorang
hamba, menjadi seorang manusia, karena Ia mempunyai rupa yang sejati. Ketika
Yesus berada di dunia wajahNya, suaraNya, tutur kataNya, serta tata pakainNya
adalah sama dengan orang Yahudi, yang artinya bahwa Ia hidup sesuai dengan rupa
manusia.
3.
Ia
mempunyai sifat manusia
Sifat yang dimiliki Yesus sama dengan
sifat yang dimiliki oleh Tuhan, dimana Yesus juga merasa lapar (Mat 4:2), haus
(Yoh 19:28), letih (4:6), mengalami kasih dan belas kasihan (Mat 9:36),
menangis (Yoh 11:35) dan Ia juga diuji (Ibr 4:15).
D. Bukti
Pribadi Kristus dalam Diri Manusia
Bagaimana pribadi-pribadi berkarya dalam
alam simbolik kita agak berbeda dengan bagaimana ide-ide berkarya dalam hidup
kita. Konsep-konsep, termasuk konsep-konsep moral, berdiri sendiri dan dapat
meniadakan yang lainnya. Jika kita menerima iman Kristen sebagai sekumpulan
idem kita harus mengeluarkan dari hidup kita segala yang bertantangan dengan
standar-standar ini. Kita harus membersihkan hidup kita, jika ini tidak lakukan
berarti keselamatan kita berada dalam bahaya. Kristus datang dalam kehidupan
kita untuk menerima kita dan bukan untuk menghakimi kita, jika kita terkutuk
oleh diri kita sendiri dan oleh ideologi apapun, Ia juga ikut terkutuk bersama
dengan kita , karena Ia adalah yang
tersalib itu. Ini berarti Ia hadir di dalam alam simbolik kita sebagai Dia yang
menanggung totalitas hidup kita dan Ia menerima totalita hidup kita dan karena
itu Ia membeskan keseluruhan hidup kita.[12]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari penjelasan di atas penulis
menyimpulkan bahwa kesatuan keilahian dan kemanusiaan Yesus adalah sangat rumit
dipahami oleh manusia, tetapi dengan bantuan Allah sendiri kepada kita Dia bisa
memampukan kita untuk memahaami keilahianNya.
Kesatuan dan keilahian Yesus Kristus
tidak bisa dicampurkan dan tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain karena
Yesus Kristus adalah satu Pribaadi.
B. Saran
Dalam uraian
yang telah dipaparkan dari atas, maka penulis menyarankan dalam beberapa
bagian, baik kepada hamba Tuhan maupun kepada jemaat Tuhan.
Kita
sebagai umat ciptaaan Tuhan kita harus memahami dan mengerti Kesatuan keilahian
dan kemanusiaan Yesus untuk mendukung pelayanan dan
kehidupan kita yang lebih baik lagi, dan kita sebagai jemaat Tuhan lebih
memprioritaskan Tuhan dalam diri kita, karena Tuhan adalah segalanya bagi kita.
[1] Pdt. Dr.
Peter Wongso, Kristologi, (Malang :
Seminari Alkitab Asia Tenggara, 1988), h…1
[6] John F. Walvoord, Yesus Kristus Tuhan Kita, (Surabaya:
YAKIN, 1969), h. 103
[10]Dr. G. C Van Niftrik Dogmantika Masa Kini,(Bogor: Badan Penerbit Kristen , 1967), h. 162
[12] Abraham Van de Beek Kristus Pusat Kehidupan Kita, (Jakarta:
BPK Gunung Mulia, 2003), h. 33-34
Shalom bapak, ibu saudara/i di manapun berada. Apakah Sudah ada yang pernah mendengar tentang Shema Yisrael? Ini adalah kalimat pengakuan iman orang Yahudi yang biasa diucapkan pada setiap ibadah mereka baik itu di rumah ibadat atau sinagoga maupun di rumah. Yesus juga menggunakan Shema untuk menjawab pertanyaan dari seorang ahli Taurat mengenai hukum yang utama. Kita dapat baca di Ulangan 6 ayat 4 dan pernah juga dikutip oleh Yesus di dalam Injil Markus 12 : 29. Dengan mengucapkan Shema, orang Yahudi mengakui bahwa YHWH ( Adonai ) Elohim itu esa dan berdaulat dalam kehidupan mereka. Berikut teks Shema Yisrael tersebut dalam huruf Ibrani ( dibaca dari kanan ke kiri seperti huruf Arab ) beserta cara mengucapkannya ( tanpa bermaksud untuk mengabaikan atau menyangkal adanya Bapa, Roh Kudus dan Firman Elohim yaitu Yeshua haMashiakh/ ישוע המשיח, yang lebih dikenal oleh umat Kristiani di Indonesia sebagai Yesus Kristus ) berikut ini
BalasHapusTeks Ibrani Ulangan 6 ayat 4 : ” שְׁמַ֖ע ( Shema ) יִשְׂרָאֵ֑ל ( Yisrael ) יְהוָ֥ה ( YHWH [ Adonai ] ) אֱלֹהֵ֖ינוּ ( Eloheinu ) יְהוָ֥ה ( YHWH [ Adonai ] ) אֶחָֽד ( ekhad )
”
Lalu berdasarkan halakha/ tradisi, diucapkan juga berkat: ” ברוך שם כבוד מלכותו, לעולם ועד ” ( " barukh Shem kevod malkuto, le’olam va’ed " ) yang artinya diberkatilah nama yang mulia kerajaanNya untuk selama-lamanya " ). Apakah ada yang mempunyai pendapat lain?.
🕎✡️🤚🏻👁️📜🕯️🕍✝️🤴🏻👑🇮🇱🗝️🛡️🗡️🏹⚖️⚓🗺️🌫️☀️🌒⚡🌈🌌🔥💧🌊🌬️❄️🌱🌾🍇🍎🍏🌹🍷🥛🍯🐏🐑🐐🐂🐎🦌🐪🐫🦁🦅🕊️🐟🐍₪