Kamis, 16 Februari 2017

KESATUAN KEILAHIAN DAN KEMANUSIAAN KRISTUS



BAB I
PENDAHULUAN
            Dalam karya ilmiah ini penulis membahas tentang bagaimana kesatuan dan keilahian dan kemanusiaan Yesus. Tetapi pada makalah ini tidak semua penulis membahas tentang kepribadian Yesus , hanya saja pada bagian tertentu yaitu sifat Allah yang mahahadir leilahian dan lemanusiaan Yesus.
            Pada bagain ini penulis menguraikan latar belakang masalah, rumusan penulisan dan tujuan penulisam dari makalah ini.
A.    Latar Belakang Masalah
Kristologi sebenarnya tercakup didalam Soteorologi (The Doctrine if Salvation); sebab  keilahian, kemanusiaan dan pekerjaanNya mempunyai hubungan erat dengan karya keselamatanNya, namun ruang lingkup Soteorologi sanga besar, yakni mencakup doktrin manusia, doktrin tentang dosa, pekerjaan penebusan Kristus dan pekerjaan Roh Kudus, sehingga  sebaliknya kita mendiskusikan atau mempelajari secara terpisah saja.[1]
Jika Kristus bukan Allah maka Ia pasti mempunyai dosa, kalau Ia berdosa mustahillah dapat mengenapi pekerjaan dan penebusan. jika Kristus bukan Allah, maka Ia hanya seorang yag Kudus dan nilai penyembahan kita padaNya pun amat rendah. Oleh sebab itu kita harus menganal dengan jelas Kristus adalah Allah sebagai prasyarat, sehingga hal-hal lain tentang DiriNya dapat dengan mudah teratasi. Kemanusia juga di sebabkan karena Ia harus menanggung manusia, mananggung dosa dan  beban manusia, juga menggantikan manusia untuk mati, maka Ia mejadi suatu teladan hidup bagi manusia, Ia tidak dapat dengan sempurna menyatakan Allah kepada manusia dan manusai pun tidak berdaya untuk mengenal sifat dan kehendak Allah. Di samping itu pula dalam hal penebusan dapat digenapi dengan sempurna.[2]

B.     Rumusan Masalah
Dari bagian ini, penulis menguraikan beberapa rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana kesatuan keilahian dan kemanusiaa Yesus?
2.      Apa saja keilahian dan kemanusiaan Yesus?
3.      Bagaimana pribadi Kristus berkarya dalam hidup kita?

C.    Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1.      Mengetahui kesatuan keilahian dan kemanusiaan Yesus
2.      Memahami keilahian dan kemanusiaan Yesus
3.      Mengetahui karya Yesus Kristus dalam hidup manusia.
BAB II
KESATUAN KEILAHIAN DAN KEMANUSIAAN KRISTUS
Konsep ini, tentang hipostatis atau kesataun pribadi tunggal dari sifat-sifat ilahi serta manusia dalam satu pribadi, mungkin sekali merupakan salah satu konsep yang paling sulit untuk dipahami dalam teologi. Tak seorangpun dari kita pernah melihat Keallahan kecuali Allah sebagai mana diungkapkan dalam Kitab suci, dan tak seorangpun dari kita yang pernah melihat kemanusiaan yang sempurna kecuali sebagaimana Adam  sebelum kejatuhan dalam dosa dan Tuhan  kita yang diungkapkan dalam kitab suci. Usaha untuk menghubungkan kedua konsep ini kepada pribadi Kristus menambah kemajemukan kepada gagasan-gagasan yang memang sulit dipahami.[3]
Berdasarkan sifat kesatuan keilahian dan kemanusia Kristus Kredo Chalcedon mengatakan bahwa kedua sifat tersebut disatukan tanpa campuran, tanapa perubahan, tanpa perpecahan dan tanpa perpisahan. [4]
A.    Kesatuan Keilahian dan Kemanusiaan Yesus
Usaha untuk menhubungkan kedua konsep ini kepada pribadi Kristus menambah kemajemukan pada gagasan-gagasan yang memang sulit dipahami.[5]
1.      Makna hakekat
Jika hakekat dimengerti sebagai suatu kesatuan zat, maka hakekat dan zat akan sama, dan Kristus yang berinkarnasi akan terdiri dari dua macam zat dan intinya akan menjadi dua Pribadi. Kemajemukan yang menyeluruh dari sebutan-sebutan ilahi dan memiliki seluruh kemajemukan yang hakiki bagi seorang manusia yang sempurna.
Di dalam sejarah ajaran Kristen pemakain kata hakekat “nature” banyak ragamnya, tetapi kata ini sekarang pada umumya dipakai untuk menunjuk unsur-unsur keilahian dan kemanusiaan dalam pribadi Kristus. Dalam Theologia kata substanse (zat) dari kata Latin Substania juga dipakai untuk mendefenisikan wujud yang sebenarnya, yaitu sifat-sifat di dalam yang menjadi dasar manifestasi keluar. Apabila istilah-istilah ini dipakai unutk menunjuk pribadi Kristus maka Nature sifat tampak merupakan jumlah dari semua antribut hubungannya satu dengan yang lain.[6]

2.      Sifat KesatuanNya
Dari kedua sifat tersebut terdiri dari kesatuan tanpa campuran, tanpa perubahan, tanpa perpecahan, dan tanpa perpisahan menurut Credo Chalcedon. Hal ini berarti bahwa seluruh kemajemukan dari sebutan-sebutan Keallahan dan sebutan-sebutan kemanusiaan yang sempurna didalam Yesus Kristus dan sepanjang masa sejak InkarnasiNya. Di situ tak ada campuran anrata sebutan-sebutan ilahi dan manusia, tak ada perubahan dalam kemajemukan, dan tak ada perpisahan diantara mereka sehingga mereka di sebut dua pibadi.
3.      Persamaan sebutan-sebutannya
Hal ini hanya berarti bahwa seluruh sebutan-sebutan kedua sifat tersebut milik satu pribadi tanpa percampuradukan sifat-sifat pemecahan ribadi tersebut. Boleh dikatakn hal ini adala dasar bagi Kristus unutk terlihat lemah, namun mahakuasa tak tahu apa-apa, namaun mahatahu terbatas namun mahabesar
4.      Kesadaran diri sendiri pada Kristus
Pernyataan lainnya ialah apakah Kristus di dalam kesadaran diriNya sendiri setiap saat menyadari Keallahan dan kemanusiaanNya. Jawabnya ialah bahwa pribadi tersebtu selali sadar akan KeallahanNya di dalam diriNya dan bahwa pribadi itu tumbuh di dalam kesadaran akan kemanusiaanNya
B.     Keilahian Kristus
Keilahian Kristus kita bisa lihat dari pernytaan berikut:
1.      Ia memiliki nama dan gelar Ilahi
a.       Anak Allah
Bila Alkitab mengatakan bahwa Yesus adalah anak Allah, itu tidak berarti bahwa Dia lebih rendah dari Allah. Sebaliknya segala karakteristik yang membuat Dia menjadi Allah, hadir dalam diri Yesus. Dia juga Allah. Dalam Yesus kita memiliki perpaduan yang sempurna Antara keallahan dan kemanusiaan, eksistensi bersama dalam satu Pribadi tanpa dicampur.[7]
Tuhan kita mempergunakan gelar bagi diriNya (Yoh 10:36), dan Ia mengakui kebenaranNya ketika dipergunaka oleh orang lain untuk meunjujk kepadaNya(Mat 26:63-64), meskipun Frase “anak dari” dapat berarti “keturunan dari”, hal ini  juga mengandung arti “dari kaum”. Petunjuk Anak Allah ap bila dipergunakan untuk Tuhan kita, berarti dari kaum Allah dan merupakan suatu llaim yang kuat dan jelasuntuk keallahan yang penuh.[8]
b.      Tuhan dan Alah
Yesus bukan hanya sebagai Tuhan, terleboh lagi Tuhan atas segala yang dipertankan. Menyebut sebagai Tuhan yakni mengakui keilahianNya yaitu Dia adalah Allah. Dalam PL kata “Lord” = “Elohim”, dalam Bahasa Mandarin diterjemahkan Yehowah, dalam PB diterjemahkan Tuhan yjani menujukkan Yesus.[9]
Gelar dalam bahasa Yunani yaitu Kyrios yang artinya orang yang berkuasa atas sesuatu atau seseorang, berdasarkan haknya dan yang sah; orang yang mempunyai kuasa penuh atas milikny sendiri. Kata itulah yang dipakai dalam PB sebagai gelar untuk Yesus Kristus.[10]
2.      Ia memiliki sifat-sifat Allah
a.       Kekekalan, Ia mengaku sudah ada sejak kekal (Yoh 8:58; 17:5). Pra-Eksistansi menunjukkan sebelum alam semesta dan manusia ada, Ia sudah berada. Ini menunjukkan bahwa Ia berada di atas segala sesuatu, Ia tidak dibatasi oleh materi, dan segala seseuatu adalah berasal dari padaNya
b.      Mahahadir, Ia mengaku hadir di mana-mana (Mat 18:20; 28:20)
c.       Mahatahu, Ia memperlihatkan pengetahuan tentang hal-hal yang hanya dapat diketahui jika I amahatahu (Mat. 16:21; Luk 6:8; 11:7; Yoh 4:29).
d.      Mahakuasa, Ia memperagakan dan menyatakan kekuasaaa satu Pribadi yang mahakuasa (Mat 28:20; Mar 5:11-15Yoh 11:38-44)
3.      Ia melakukan hal-hal yang hanya dilakukan oleh Allah sendiri
a.       Pengampunan, Ia mengampuni dosa selama-lamanya. Manusia mungkin dapat melakukannya untuk sementara, namun Kristus memberikan pengampunan yang kekal (Mar 2:1-12). Manusia berdosa karena bersalah kepada Allah. Maka dari itu hanya Tuhan yan berkuasa mengampuni dosa manusia dan pengampunan dosa berdasarkan kemurahan, belas kasihan serta anugerah dari Tuhan.
b.      Kebangkitan, Ia membangkitkan orang mati (Yoh 11:43). Ia memakai kuasa besarNya dan kuasa Roh Kudus, unutk membangkitkan orang percaya. Pernyataan dengan membangkitkan orang membuktikan bahwa Ia adalah Tuhan atas hidup, Tuhan yang hidup adalah Allah.
c.       Penghakiman, Ia akan menghakimi semua orang (Yoh 5:22,27). Kristus berada dalam posisi manusia mati di atas kayu salib, oleh sebab itu Ia menggantikan manusia menerima penghakiman dari keadilan Allah, sehingga Ia berhak untuk duduk di atas takhta penghakiman Allah untuk menghakimi manusia.
d.      Ia adalah pencipta (Yoh 1:3), dalam karya penciptaanNya ada pekerjaan khuhsus Kristus secara pribadi. Ini pun mewahyukan kehendak dan kuasaNya. Menunjukkan otoritasNya penciptaanNya dan tugasNya yang kudus Ibr 1:10, Kristus adalah pencipta dari segala sesuatu dan segala yang ada, maka Ia mencakup di langit, bumi, yang terlihat, tidak terlihat, yang berkedudukan, yang memerintah, pemerintah penguasa. Jadi, Krisrus melampuai segala sesuatu.
4.      Nama Yesus setara dengan Allah Bapa
Nama Allah Bapa dan Nama Anak adalah setara, menyatakan suatu kedudukan, kuasa dan sifat yang sama. Berkat diberikan oleh yang berstatus tinggi kepada yang berstatus rendah. Ibr 7:7, juga demi yang maha tinggi itu yang memberikan berkat. Ini menyatakan memohon berkat hanya kepada yang maha tinggi.
C.    Kemanusiaan Kristus
Ada beberapa pemahaman yang berbeda tentang kamanusiaan Yesus Kristus adalah Arianisme 352 AD “sifat keilahian Kristus tidak sempurna, melainkan hanya merupakan perpaduan antara firman dan manusia saja, sehingga menjadikan Kristus setengah manusia dan setengah Allah, Ia adalah yang terhormat dan termulia tetapi bukan Allah. Melainkan kepala dari segala penciptaan saja” pemahaman yang ke-dua adalah yang dianut oleh Eutychianisme 451 AD “ menyangkal ke-dua sifat ilahi dan manusiawi Kristus itu adalah terpisah melainkan ke-dua sifat itu tergabung menjadi sifat ke tiga, sifat ilahi yang lebih unggul dan sifat manusiawi terjadi di dalam sifat ilahiNya.[11]
1.      Ia memiliki ayah dan ibu
Yesus dilahirkan dari seorang perempuan, maka ia mempunyai sifat manusia. Sebab Ia sebagai Anak Allah harus dilahirkan dari manusia, dengan demikian Ia menjadi keturunan dari perempuan. Keturunan Ibrahim, keturunan Daud, sehingga Yesus sebagai manusia sejati merupakan pernyataan yang tidak dapat dibantah, disangkan ataupun diperdebatkan.
2.      Ia menyatakan diriNya dalam rupa manusia
Dengan mengambil rupa manusia, Ia menyatakan diriNya kepada manusia. Ini semata-mata adalah karena kerendahan DiriNya. Ia telah mengambil rupa seorang hamba, menjadi seorang manusia, karena Ia mempunyai rupa yang sejati. Ketika Yesus berada di dunia wajahNya, suaraNya, tutur kataNya, serta tata pakainNya adalah sama dengan orang Yahudi, yang artinya bahwa Ia hidup sesuai dengan rupa manusia.
3.      Ia mempunyai sifat manusia
Sifat yang dimiliki Yesus sama dengan sifat yang dimiliki oleh Tuhan, dimana Yesus juga merasa lapar (Mat 4:2), haus (Yoh 19:28), letih (4:6), mengalami kasih dan belas kasihan (Mat 9:36), menangis (Yoh 11:35) dan Ia juga diuji (Ibr 4:15).
D.    Bukti Pribadi Kristus dalam Diri Manusia
Bagaimana pribadi-pribadi berkarya dalam alam simbolik kita agak berbeda dengan bagaimana ide-ide berkarya dalam hidup kita. Konsep-konsep, termasuk konsep-konsep moral, berdiri sendiri dan dapat meniadakan yang lainnya. Jika kita menerima iman Kristen sebagai sekumpulan idem kita harus mengeluarkan dari hidup kita segala yang bertantangan dengan standar-standar ini. Kita harus membersihkan hidup kita, jika ini tidak lakukan berarti keselamatan kita berada dalam bahaya. Kristus datang dalam kehidupan kita untuk menerima kita dan bukan untuk menghakimi kita, jika kita terkutuk oleh diri kita sendiri dan oleh ideologi apapun, Ia juga ikut terkutuk bersama dengan kita , karena Ia  adalah yang tersalib itu. Ini berarti Ia hadir di dalam alam simbolik kita sebagai Dia yang menanggung totalitas hidup kita dan Ia menerima totalita hidup kita dan karena itu Ia membeskan keseluruhan hidup kita.[12]
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari penjelasan di atas penulis menyimpulkan bahwa kesatuan keilahian dan kemanusiaan Yesus adalah sangat rumit dipahami oleh manusia, tetapi dengan bantuan Allah sendiri kepada kita Dia bisa memampukan kita untuk memahaami keilahianNya.
Kesatuan dan keilahian Yesus Kristus tidak bisa dicampurkan dan tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain karena Yesus Kristus adalah satu Pribaadi.
B.     Saran
Dalam uraian yang telah dipaparkan dari atas, maka penulis menyarankan dalam beberapa bagian, baik kepada hamba Tuhan maupun kepada jemaat Tuhan.
Kita sebagai umat ciptaaan Tuhan kita harus memahami dan mengerti Kesatuan keilahian dan kemanusiaan Yesus untuk mendukung pelayanan dan kehidupan kita yang lebih baik lagi, dan kita sebagai jemaat Tuhan lebih memprioritaskan Tuhan dalam diri kita, karena Tuhan adalah segalanya bagi kita.





[1] Pdt. Dr. Peter Wongso, Kristologi, (Malang : Seminari Alkitab Asia Tenggara, 1988), h…1
[2] Pdt. Dr. Peter Wongso, Kristologi,…h 1-2
[3] Dr. Charles C. Ryrie, Teologi Dasar 1, (Yogyakarta: ANDI, 1991), h…371
[4] Dr. Charles C. Ryrie, Teologi Dasar 1,…h. 371
[5] Dr. Charles C. Ryrie, Teologi Dasar 1,…h.371-373
[6] John F. Walvoord, Yesus Kristus Tuhan Kita, (Surabaya: YAKIN, 1969), h. 103
[7] Tony Evans, TEOLOGI ALLAH, (Malang: Yayasan Penerbit GAndum Mas, 1994), h. 354
[8] Dr. Charles C. Ryrie, Teologi Dasar 1,h. 368    
[9] Pdt. Dr. Peter Wongso, Kristologi,…h. 6
[10]Dr. G. C Van Niftrik Dogmantika Masa Kini,(Bogor:  Badan Penerbit Kristen , 1967), h. 162
[11] Pdt. Dr. Peter Wongso, Kristologi,h...42
[12] Abraham Van de Beek Kristus Pusat Kehidupan Kita, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2003), h. 33-34

1 komentar:

  1. Shalom bapak, ibu saudara/i di manapun berada. Apakah Sudah ada yang pernah mendengar tentang Shema Yisrael? Ini adalah kalimat pengakuan iman orang Yahudi yang biasa diucapkan pada setiap ibadah mereka baik itu di rumah ibadat atau sinagoga maupun di rumah. Yesus juga menggunakan Shema untuk menjawab pertanyaan dari seorang ahli Taurat mengenai hukum yang utama. Kita dapat baca di Ulangan 6 ayat 4 dan pernah juga dikutip oleh Yesus di dalam Injil Markus 12 : 29. Dengan mengucapkan Shema, orang Yahudi mengakui bahwa YHWH ( Adonai ) Elohim itu esa dan berdaulat dalam kehidupan mereka. Berikut teks Shema Yisrael tersebut dalam huruf Ibrani ( dibaca dari kanan ke kiri seperti huruf Arab ) beserta cara mengucapkannya ( tanpa bermaksud untuk mengabaikan atau menyangkal adanya Bapa, Roh Kudus dan Firman Elohim yaitu Yeshua haMashiakh/ ישוע המשיח, yang lebih dikenal oleh umat Kristiani di Indonesia sebagai Yesus Kristus ) berikut ini

    Teks Ibrani Ulangan 6 ayat 4 : ” שְׁמַ֖ע ( Shema ) יִשְׂרָאֵ֑ל ( Yisrael ) יְהוָ֥ה ( YHWH [ Adonai ] ) אֱלֹהֵ֖ינוּ ( Eloheinu ) יְהוָ֥ה ( YHWH [ Adonai ] ) אֶחָֽד ( ekhad )


    Lalu berdasarkan halakha/ tradisi, diucapkan juga berkat: ” ברוך שם כבוד מלכותו, לעולם ועד ” ( " barukh Shem kevod malkuto, le’olam va’ed " ) yang artinya diberkatilah nama yang mulia kerajaanNya untuk selama-lamanya " ). Apakah ada yang mempunyai pendapat lain?.
    🕎✡️🤚🏻👁️📜🕯️🕍✝️🤴🏻👑🇮🇱🗝️🛡️🗡️🏹⚖️⚓🗺️🌫️☀️🌒⚡🌈🌌🔥💧🌊🌬️❄️🌱🌾🍇🍎🍏🌹🍷🥛🍯🐏🐑🐐🐂🐎🦌🐪🐫🦁🦅🕊️🐟🐍₪

    BalasHapus